Bank BSN dan BSI Apakah Sama? Ini Perbedaan, Sejarah, dan Pemiliknya

Daftar Isi

Bank BSN dan BSI apakah sama? Jawabannya tidak. Bank Syariah Nasional (BSN) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) merupakan dua bank syariah yang berbeda, meskipun keduanya sama-sama berada dalam ekosistem perbankan BUMN dan melayani kebutuhan keuangan berdasarkan prinsip syariah.

Kebingungan ini cukup wajar.

Nama keduanya sama-sama menggunakan kata "Syariah", sama-sama memiliki hubungan dengan bank BUMN, dan BSN baru mulai beroperasi secara nasional pada akhir 2025.

Padahal, sejarah pembentukan, struktur perusahaan, perjalanan bisnis, hingga fokus pengembangan keduanya tidak sama.

Lantas, Bank BSN dan BSI apakah sama? Siapa pemiliknya? Dari mana asalnya? Dan apa perbedaan layanan keduanya?

Berikut penjelasannya.

Bank BSN dan BSI Apakah Sama?

Sekali lagi, BSN dan BSI tidak sama.

BSI adalah PT Bank Syariah Indonesia Tbk yang lahir dari penggabungan tiga bank syariah BUMN, yaitu Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah. BSI resmi beroperasi pada 1 Februari 2021.

Sementara itu, BSN adalah PT Bank Syariah Nasional yang berasal dari transformasi PT Bank Victoria Syariah setelah diakuisisi oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN.

Nama Bank Victoria Syariah kemudian diubah menjadi Bank Syariah Nasional pada 2025. Selanjutnya, Unit Usaha Syariah BTN atau BTN Syariah dipisahkan dan dialihkan kepada BSN. Pemisahan tersebut efektif pada 22 Desember 2025.

Jadi, sederhananya:

BSI ≠ BSN.

Keduanya adalah entitas bank yang berbeda.

Apa Itu Bank Syariah Indonesia (BSI)?

Bank Syariah Indonesia atau BSI merupakan salah satu tonggak penting dalam perkembangan industri perbankan syariah Indonesia.

BSI resmi beroperasi pada 1 Februari 2021 setelah merger tiga bank syariah milik BUMN, yakni:

  • PT Bank Syariah Mandiri;
  • PT Bank BNI Syariah; dan
  • PT Bank BRIsyariah Tbk.

Penggabungan tersebut mendapatkan izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 27 Januari 2021 dan kemudian efektif pada 1 Februari 2021.

Melalui merger tersebut, berbagai kekuatan dari ketiga bank syariah disatukan dalam satu bank.

Mulai dari jaringan kantor, nasabah, produk, teknologi, hingga kapasitas permodalan.

Hasilnya adalah BSI yang kemudian berkembang menjadi bank syariah dengan skala bisnis terbesar di Indonesia.

Sebagai gambaran, total aset BSI telah mencapai sekitar Rp408,61 triliun pada akhir 2024, meningkat jauh dibandingkan posisi sebelum merger.

Perkembangan tersebut terus berlanjut hingga 2026, termasuk melalui penguatan layanan digital.

Saat ini BSI menggunakan BYOND by BSI sebagai salah satu kanal digital utamanya. BSI menyebut pengguna mobile banking-nya telah menembus 10 juta pada Agustus 2026.

Apa Itu Bank Syariah Nasional (BSN)?

Bank Syariah Nasional atau BSN memiliki cerita yang berbeda.

BSN berkaitan erat dengan BTN dan transformasi BTN Syariah menjadi bank umum syariah yang berdiri sebagai entitas tersendiri.

Namun, ada satu hal penting yang sering terlewat.

BSN bukan perusahaan yang benar-benar didirikan dari nol pada 2025.

Secara historis, entitas BSN sebelumnya bernama PT Bank Victoria Syariah (BVIS).

BTN mengakuisisi Bank Victoria Syariah pada 5 Juni 2025. Setelah proses tersebut, nama Bank Victoria Syariah diubah menjadi PT Bank Syariah Nasional. Perubahan nama itu memperoleh persetujuan regulator pada 2025.

BTN kemudian menggunakan BSN sebagai kendaraan dalam proses pemisahan Unit Usaha Syariah BTN.

Dengan kata lain, proses kelahiran BSN berkaitan dengan dua tahapan penting, yaitu akuisisi Bank Victoria Syariah oleh BTN dan pemisahan BTN Syariah menjadi bank umum syariah.

Pada 22 Desember 2025, pengalihan hak dan kewajiban BTN Syariah kepada BSN resmi berlaku.

Sejak saat itu, layanan BTN Syariah beralih menjadi bagian dari BSN. BTN menyatakan seluruh aset, liabilitas, aktivitas operasional, produk, layanan, serta jaringan kantor BTN Syariah dialihkan kepada BSN.

Catatan: Inilah alasan mengapa BSN sering disebut sebagai bank syariah yang membawa "DNA" BTN, terutama dalam bisnis pembiayaan perumahan.

Siapa Pemilik Bank BSN?

Dari sisi kepemilikan, BSN berada di bawah kendali BTN.

Dalam laporan keuangan BSN, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tercatat sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) dengan kepemilikan sekitar 99,999%, sedangkan sisanya dimiliki Balai Harta Peninggalan.

Karena BTN merupakan perusahaan BUMN, BSN berada dalam ekosistem BUMN melalui BTN.

Hal ini berbeda dengan BSI.

BSI memiliki struktur kepemilikan yang berasal dari ekosistem bank BUMN yang berbeda, dengan Bank Mandiri sebagai pemegang saham pengendali dan keterlibatan BNI serta BRI sebagai pemegang saham.

Jadi, meskipun sama-sama berada dalam ekosistem BUMN, BSN dan BSI tidak memiliki struktur kepemilikan yang sama.

Perbedaan Bank BSN dan BSI

Agar lebih mudah dipahami, berikut perbedaan keduanya:

AspekBank Syariah Nasional (BSN)Bank Syariah Indonesia (BSI)
Nama lengkapPT Bank Syariah NasionalPT Bank Syariah Indonesia Tbk
Entitas sebelumnyaBank Victoria SyariahBRI Syariah sebagai entitas penerima merger
Akar bisnisBTN Syariah dan Bank Victoria SyariahBank Syariah Mandiri, BNI Syariah, BRI Syariah
Proses pembentukanAkuisisi Bank Victoria Syariah oleh BTN dan spin-off BTN SyariahMerger tiga bank syariah BUMN
Mulai beroperasi sebagai identitas baru22 Desember 20251 Februari 2021
Pemegang saham pengendaliBTNBank Mandiri
Fokus kuatPembiayaan perumahan dan ekosistem keluargaPerbankan syariah universal
Layanan digitalBale Syariah by BSNBYOND by BSI
Posisi industriBank syariah terbesar kedua berdasarkan aset pada awal operasinya sebagai BSNBank syariah terbesar di Indonesia

BSN sendiri menyatakan bahwa pada awal operasinya sebagai identitas baru, perseroan termasuk bank syariah terbesar kedua di Indonesia berdasarkan aset.

Adapun posisi tersebut tidak berarti ukuran BSN mendekati BSI dalam skala aset.

Sebagai pembanding, aset BSN tercatat sekitar Rp71,73 triliun per 31 Januari 2026, sedangkan BSI telah memiliki aset ratusan triliun rupiah.

BSN dan BSI Sama-sama Bank Syariah, Tetapi Bukan Bank yang Sama

Kesamaan paling jelas adalah keduanya merupakan bank umum syariah.

Nasabah dapat menggunakan layanan perbankan syariah untuk berbagai kebutuhan, mulai dari simpanan, transaksi, pembiayaan, hingga layanan digital.

Tetapi sejarah dan strategi bisnisnya berbeda.

BSI dibangun dengan skala besar melalui merger tiga bank syariah BUMN.

Sementara BSN tumbuh dari proses transformasi bisnis syariah BTN dengan menggunakan Bank Victoria Syariah sebagai entitas yang kemudian berubah nama menjadi BSN.

Karena berasal dari ekosistem BTN, sektor perumahan dan pembiayaan kepemilikan rumah menjadi salah satu bagian penting dalam arah bisnis BSN.

Sementara BSI memiliki cakupan yang lebih luas, mulai dari segmen konsumer, ritel, UMKM, hingga korporasi.

Apa Perbedaan BSN dan BSI dari Sisi Aplikasi?

Perbedaan lain yang mudah dikenali nasabah adalah layanan digital.

BSN memiliki aplikasi Bale Syariah by BSN sebagai bagian dari pengembangan layanan digitalnya.

Aplikasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan transaksi perbankan, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan ekosistem BSN, termasuk pembiayaan perumahan syariah.

Sementara BSI terus mengembangkan BYOND by BSI sebagai superapp perbankan digital.

BYOND menawarkan berbagai layanan perbankan dan kebutuhan finansial dalam satu aplikasi. BSI juga masih menyebut BSI Mobile sebagai aplikasi yang tetap aktif pada 2026.

Jadi, jika Anda melihat aplikasi BYOND by BSI, itu merupakan layanan digital BSI.

Sedangkan Bale Syariah by BSN merupakan layanan digital BSN.

Apakah Nasabah BTN Syariah Sekarang Menjadi Nasabah BSN?

Ya.

Ini merupakan salah satu perubahan terpenting setelah spin-off BTN Syariah.

BTN menyatakan bahwa seluruh hak dan kewajiban BTN Syariah dialihkan kepada BSN.

Menariknya, perpindahan tersebut tidak membuat nasabah harus memulai semuanya dari awal.

BTN menyampaikan bahwa nomor rekening nasabah tidak berubah. Buku tabungan BTN Syariah tetap dapat digunakan sampai habis dan deposito tetap berlaku sampai jatuh tempo.

Kode bank juga berubah.

Sebelumnya menggunakan kode 200 untuk BTN, kemudian berubah menjadi 405 untuk BSN.

Ini menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan nasabah ketika melakukan transfer antarbank.

Apakah BSN Merupakan Pengganti BSI?

Bukan.

BSN tidak menggantikan BSI.

BSI tetap merupakan bank tersendiri yang lahir dari merger Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah.

BSN juga bukan perubahan nama dari BSI.

Sebaliknya, BSN merupakan hasil transformasi entitas Bank Victoria Syariah yang kemudian digunakan dalam proses pemisahan BTN Syariah menjadi bank umum syariah.

Jadi, jika sebelumnya Anda mengenal BSI sebagai bank syariah hasil merger tiga bank BUMN, identitas tersebut tetap berbeda dari BSN.

Apakah BSN Milik BSI?

Tidak.

BSN bukan anak perusahaan BSI dan BSI bukan pemilik BSN.

BSN berada di bawah BTN.

Sementara BSI memiliki struktur pemegang saham yang berbeda dengan Bank Mandiri sebagai pemegang saham pengendali.

Dengan demikian, hubungan antara BSN dan BSI lebih tepat dipahami sebagai dua bank syariah yang sama-sama berada dalam ekosistem perbankan nasional dan BUMN, tetapi merupakan entitas yang berbeda.

BSN dan BSI Mana yang Lebih Cocok?

Pertanyaan ini sebenarnya bergantung pada kebutuhan masing-masing nasabah.

Jika kebutuhan Anda adalah layanan perbankan syariah dengan cakupan produk yang sangat luas, termasuk transaksi ritel, UMKM, korporasi, investasi, haji dan umrah, serta layanan digital berskala besar, BSI menyediakan ekosistem yang luas.

BSI juga terus mengembangkan layanan digital melalui BYOND by BSI.

Sementara itu, bagi masyarakat yang berkaitan erat dengan ekosistem BTN dan membutuhkan layanan syariah yang memiliki keterkaitan kuat dengan pembiayaan perumahan, keberadaan BSN menjadi relevan.

Namun, pilihan bank tetap sebaiknya disesuaikan dengan produk, biaya, fitur, lokasi layanan, kebutuhan pembiayaan, serta ketentuan yang berlaku saat nasabah mengajukan layanan.

Untuk pembiayaan rumah, misalnya, jangan hanya melihat nama bank. Perhatikan juga margin/ujrah, tenor, uang muka, biaya administrasi, ketentuan pelunasan, serta persyaratan pembiayaan.

Bank BSN dan BSI Apakah Sama? Ini Jawaban Singkatnya

Jika pertanyaannya adalah "Bank BSN dan BSI apakah sama?", jawabannya tegas:

Tidak sama.

BSI adalah Bank Syariah Indonesia, bank yang lahir dari merger Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah pada 2021.

Sedangkan BSN adalah Bank Syariah Nasional, bank yang berasal dari Bank Victoria Syariah yang diakuisisi BTN pada 2025 dan kemudian menjadi bagian penting dari proses spin-off BTN Syariah yang efektif pada 22 Desember 2025.

Perbedaan paling mudah diingat adalah:

BSI → merger Bank Syariah Mandiri + BNI Syariah + BRI Syariah.

BSN → BTN Syariah + entitas Bank Victoria Syariah yang diakuisisi BTN.

Jadi, meskipun namanya mirip dan sama-sama bergerak di perbankan syariah, Bank BSN dan BSI merupakan dua bank yang berbeda, dengan sejarah, pemegang saham, struktur perusahaan, dan strategi bisnis masing-masing.

Media Perbankan
Media Perbankan Media perbankan terdepan dan terpercaya di Indonesia.

Posting Komentar