Siapa Sakti Wahyu Trenggono, Menteri KP yang Saling Sindir dengan Purbaya?
Profil & Kronologi Adu Argumentasi yang Bikin Publik Heboh**
Nama Sakti Wahyu Trenggono tiba-tiba mencuat di pemberitaan nasional bukan hanya karena posisinya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), tetapi juga karena terlibat debate terbuka dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa soal anggaran pembangunan kapal. Peristiwa ini jadi viral di media sosial dan media massa — sesuatu yang jarang terjadi antar pejabat tinggi pemerintahan.
Banyak pembaca kemudian mencari: Siapa sebenarnya Trenggono? Bagaimana latar belakangnya? Dan kenapa ia sampai “saling sindir” dengan Menkeu Purbaya? Artikel ini akan mengulasnya secara lengkap dan mudah dipahami.
Profil Lengkap Sakti Wahyu Trenggono – Dari Dunia Bisnis ke Kabinet Indonesia
Asal & Pendidikan
Sakti Wahyu Trenggono lahir di Semarang, Jawa Tengah, 3 November 1962. Ia menempuh pendidikan teknik industri dan kemudian mendapat gelar magister kebijakan publik dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Karier Profesional
Sebelum menjadi pejabat pemerintah, Trenggono dikenal sebagai pengusaha sukses di sektor telekomunikasi — khususnya di bidang pembangunan dan penyediaan menara BTS (Base Transceiver Station). Kesuksesannya di bisnis membuat namanya dikenal luas di dunia korporasi.
Jejak Politik
Karier politiknya semakin menonjol setelah dia menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan (2019–2020) mendampingi Prabowo Subianto. Pada 23 Desember 2020, ia dilantik sebagai Menteri KP menggantikan posisi yang kosong pascapengunduran diri Edhy Prabowo akibat kasus hukum. Ia kemudian kembali dilantik untuk periode kabinet 2024–2029 di bawah Presiden Prabowo Subianto.
Catatan Kekayaan
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru, Trenggono masuk dalam daftar menteri dengan total kekayaan yang signifikan, mencapai sekitar Rp2 triliun lebih — sebagian besar dari aset usaha dan investasi pribadi.
Siapa Purbaya Yudhi Sadewa? Sosok Menteri Keuangan di Tengah Polemik
Meski fokus utama artikel ini adalah Trenggono, keberadaan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai lawan debatnya juga penting untuk dipahami.
-
Purbaya kini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia, menangani isu fiskal, kebijakan anggaran, dan pengelolaan dana pemerintah.
-
Ia memiliki latar belakang kuat di bidang ekonomi dan pernah memimpin beberapa lembaga keuangan penting sebelum diangkat menjadi menkeu.
-
Pernyataan Purbaya yang menjadi pemicu polemik ini disampaikan dalam forum diskusi terkait revitalisasi galangan kapal nasional.
Duduk Perkara: Kenapa Mereka Saling Sindir?
Pernyataan Purbaya
Isu ini bermula ketika Menkeu Purbaya berbicara di forum Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia. Ia mempertanyakan realisasi anggaran pembangunan kapal yang menurutnya:
• Sudah dicairkan oleh Kemenkeu.
• Namun belum ada pesanan dari KKP ke galangan kapal dalam negeri.
Pernyataan ini memicu respon dari pelaku industri kapal dan menjadi sorotan publik.
Sindiran Balik Trenggono
Menanggapi hal itu, Trenggono melakukan klarifikasi melalui unggahan Instagram @swtrenggono. Ia menegaskan bahwa:
- Dana pembangunan kapal ini bukan berasal dari APBN biasa yang dikelola Kemenkeu.
- Sumbernya adalah pinjaman luar negeri dari Pemerintah Inggris (UK) dalam kerangka kerja sama pembangunan kapal untuk sektor kelautan.
- Trenggono kemudian menyindir Purbaya agar terlebih dulu mengecek data internal Kemenkeu sebelum membuat pernyataan publik.
Unggahan ini secara langsung mengoreksi asumsi bahwa anggaran itu murni dicairkan lewat belanja negara biasa, sekaligus menegaskan mekanisme pendanaan yang berbeda.
Apa yang Dipersoalkan Purbaya?
Dalam forum tersebut, Purbaya menyoroti dua poin utama:
-
Realisasi anggaran belum optimal: Hingga saat itu, industri galangan kapal belum menerima order padahal anggaran diklaim sudah dicairkan.
-
Perlu dukungan kebijakan lebih kuat agar anggaran pembangunan kapal memberi dampak nyata bagi pelaku usaha domestik.
Purbaya juga menyampaikan keterangan kepada media selepas sindiran Trenggono, bahwa menurut pengusaha kapal, sampai sekarang belum ada pemesanan dari KKP. Ia bahkan mengakui kemungkinan kesalahan data dan akan mengecek lebih lanjut.
Mengapa Isu Ini Menarik Perhatian Publik?
Beberapa alasan kenapa publik begitu tertarik dengan dinamika ini:
1. Jarang Menteri Saling Sindir Publik
Biasanya pejabat tinggi negara menjaga pernyataan secara formal. Kali ini, sindiran Trenggono melalui media sosial membuat publik penasaran dan ramai memperbincangkannya.
2. Isu Anggaran yang Sentral
Anggaran negara, apalagi yang berkaitan dengan program pembangunan strategis seperti kapal dan perikanan, adalah isu yang berdampak langsung ke sektor produktif — terutama nelayan dan industri galangan kapal nasional.
3. Transparansi Kebijakan Publik
Publik ingin tahu siapa yang benar soal data anggaran, mekanisme pendanaan, dan bagaimana keputusan pemerintah memengaruhi sektor riil.
Catatan Data Terkini yang Perlu Kamu Tahu
- Pemerintah Indonesia memang sedang mengembangkan program besar pembangunan kapal nelayan dan sistem pengawasan maritim, termasuk kerja sama dengan negara sahabat seperti Inggris.
- Sumber pendanaan yang disebut Trenggono bersifat pinjaman luar negeri — tidak sepenuhnya dari belanja rutin APBN — dan mekanismenya diatur berbeda daripada anggaran internal kementerian.
- Trenggono dan Purbaya tetap menjaga hubungan profesional meski terlibat adu argumen publik. Tidak ada indikasi konflik personal yang berlarut-larut antara keduanya, menurut pernyataan media setelah insiden ini mencuat.

Posting Komentar