Mega Satria Jadi Direktur Keuangan Pertamina: Jejak Karier & Tantangan Baru 2026

Daftar Isi

PT Pertamina (Persero) kembali melakukan perubahan penting di struktur direksi perusahaan. Per 4 Februari 2026, Mega Satria resmi ditunjuk sebagai Direktur Keuangan atau Chief Financial Officer (CFO) Pertamina, menggantikan Emma Sri Martini yang kini dipercayakan memegang posisi baru sebagai Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha.

Perubahan ini diumumkan langsung melalui struktur organisasi terbaru di situs resmi Pertamina pada awal Februari 2026, sekaligus menandai penyegaran dalam kepemimpinan finansial perusahaan energi pelat merah terbesar di Indonesia.

Konteks Perubahan Direksi Pertamina

Pergantian posisi Direktur Keuangan bukan hanya pergantian nama di daftar struktur. Ini bagian dari langkah restrukturisasi manajemen yang lebih luas di Pertamina. Reshuffle ini diumumkan tanpa konferensi pers besar, tetapi tercatat jelas di situs perusahaan.

Dalam perombakan ini:

  • Mega Satria dimandatkan menjadi Direktur Keuangan.

  • Emma Sri Martini bergeser ke Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha.

Susunan Direksi Pertamina per 4 Februari 2026:

  1. Direktur Utama: Simon Aloysius Mantiri

  2. Wakil Direktur Utama: Oki Muraza

  3. Direktur Keuangan: Mega Satria

  4. Direktur Strategi, Portofolio & Pengembangan Usaha: Emma Sri Martini

  5. Direktur Penunjang Bisnis: M. Erry Sugiharto

  6. Direktur Manajemen Risiko: Ahmad Siddik Badruddin

  7. Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis: Agung Wicaksono

  8. Direktur Logistik & Infrastruktur: Jaffee Arizon Suardin

  9. Direktur Sumber Daya Manusia: Andy Arvianto

Jejak Karier Mega Satria

Siapa sebenarnya Mega Satria? Sosok ini bukan pendatang baru dalam dunia korporasi Indonesia, terutama di sektor keuangan dan BUMN.

Pendidikan

Mega Satria memiliki fondasi pendidikan kuat di bidang bisnis dan keuangan:

  • Sarjana Administrasi Bisnis (BBA)Wichita State University, Amerika Serikat (1998)

  • Magister Administrasi Bisnis (MBA)Loyola University of Chicago, Amerika Serikat (1999)

Pendidikan internasional ini memberi dia landasan kuat dalam analisis finansial dan strategi bisnis global.

Rekam Jejak Profesional

Karier Mega Satria tersebar di berbagai sektor industri dengan fokus pada fungsi keuangan perusahaan:

  • Direktur Keuangan – PT Pertamina Patra Niaga (anak usaha Pertamina)

  • Direktur Keuangan – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) / Pelindo

  • Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)

  • Direktur Keuangan – PT Bukit Asam Tbk

  • Direktur Keuangan & SDM – PT Pengembang Pelabuhan Indonesia

  • Chief Financial Officer (CFO) – PT Citilink Indonesia

Sebelum terjun ke dunia korporasi BUMN, ia juga dikenal memiliki pengalaman panjang di perbankan internasional yang membentuk kemampuannya dalam mengelola keuangan lintas industri.

Latar Belakang & Gaya Kepemimpinan

Mega Satria dikenal sebagai pemimpin yang berorientasi pada hasil, terutama dalam mengelola fungsi keuangan yang kompleks. Terbiasa bekerja di berbagai sektor — mulai dari pelabuhan, penerbangan, hingga pertambangan — memberi perspektif luas dalam menghadapi tantangan finansial perusahaan besar seperti Pertamina.

Selain itu, rekam jejaknya menunjukkan kemampuannya dalam mengatur risiko keuangan dan memastikan kepatuhan terhadap standar tata kelola (governance) yang ketat — aspek penting di perusahaan nasional yang menghadapi tekanan pasar global dan dinamika harga komoditas migas.

Tantangan Baru Sebagai Direktur Keuangan Pertamina

Sebagai Direktur Keuangan Pertamina di 2026, tantangan yang dihadapi Mega Satria tidak ringan:

Menjaga Kinerja Keuangan di Tengah Volatilitas Energi

Industri energi global saat ini masih bergelombang karena perubahan harga minyak dan transisi energi. Ini menuntut strategi pengelolaan kas dan arus modal yang solid.

Restrukturisasi Anak Perusahaan

Pertamina baru saja menyatukan beberapa unit hilir untuk efisiensi operasional, seperti penggabungan Kilang dan unit logistik ke dalam satu struktur terpadu. Reformasi semacam ini mempengaruhi kontrol finansial dan pelaporan internal secara besar.

Memperkuat Tata Kelola & Transparansi

Di perusahaan BUMN besar, peran Direktur Keuangan meliputi kepastian transparansi, audit internal, dan hubungan investor yang sehat, baik dengan pemerintah maupun pasar modal.

Apa Arti Penunjukan Ini Bagi Pertamina?

Penunjukan Mega Satria jadi Direktur Keuangan menunjukkan fokus baru Pertamina pada penguatan manajemen keuangan yang adaptif, terukur, dan mampu menghadapi tantangan era energi baru.
Ini sekaligus bagian dari upaya besar perusahaan untuk menghadapi kompetisi global dan memperkuat posisi strategisnya sebagai perusahaan energi milik negara di tengah dinamika pasar dunia.

Media Perbankan
Media Perbankan Media perbankan terdepan dan terpercaya di Indonesia.

Posting Komentar