Cara Menonaktifkan Autodebet Mandiri
Autodebet di Bank Mandiri adalah layanan yang memudahkan nasabah membayar tagihan rutin secara otomatis, mulai dari cicilan kredit, listrik, asuransi, hingga iuran BPJS.
Namun, ketika kewajiban sudah selesai atau nasabah ingin berhenti menggunakan layanan tertentu, fitur ini perlu segera dinonaktifkan agar tidak terjadi penarikan otomatis tanpa sepengetahuan pemilik rekening.
Bank Mandiri menyediakan beberapa cara untuk menonaktifkan autodebet, baik secara digital melalui aplikasi Livin’ by Mandiri, lewat Mandiri Call 14000, maupun dengan mendatangi kantor cabang terdekat.
Memahami Fitur Autodebet Mandiri
Layanan autodebet memungkinkan Bank Mandiri melakukan penarikan dana secara otomatis sesuai jadwal dan jumlah yang disetujui sebelumnya.
Biasanya digunakan untuk:
-
Pembayaran cicilan pinjaman atau kartu kredit
-
Premi asuransi bulanan
-
Tagihan listrik, air, atau internet
-
Iuran BPJS Kesehatan
-
Langganan layanan digital (misalnya OTT atau platform online)
Meski praktis, autodebet juga memiliki risiko jika tidak dikelola. Misalnya, tagihan tetap ditarik meskipun layanan sudah tidak digunakan, atau terjadi kesalahan penarikan ganda.
Karena itu, penting untuk menonaktifkan autodebet dengan cara yang benar agar rekening tetap aman dan bebas potongan tidak perlu.
1. Menonaktifkan Autodebet Melalui Aplikasi Livin’ by Mandiri
Bagi pengguna aktif aplikasi Livin’ by Mandiri (logo kuning), ini adalah cara paling cepat dan efisien untuk menghentikan autodebet.
Langkah-langkahnya mudah dan dapat dilakukan kapan saja tanpa perlu ke cabang.
Langkah-langkah detail:
-
Buka aplikasi Livin’ by Mandiri dan login menggunakan akun kamu.
-
Di halaman utama, pilih menu “Bayar”.
-
Cari opsi “Autodebet”, “Auto Debit”, atau “Tagihan Terjadwal” (tergantung versi aplikasi).
-
Pilih layanan atau tagihan autodebet yang masih aktif.
-
Tekan “Hentikan” atau “Batalkan Autodebet”.
-
Masukkan PIN Livin’ untuk konfirmasi keamanan.
-
Setelah berhasil, akan muncul notifikasi bahwa autodebet telah dinonaktifkan.
Catatan:
Jika opsi “Autodebet” tidak muncul di menu, pastikan aplikasi sudah diperbarui ke versi terbaru atau hubungi Mandiri Call 14000 untuk bantuan tambahan.
Melalui aplikasi ini, proses pembatalan biasanya langsung tercatat dalam sistem dan berlaku mulai periode tagihan berikutnya.
2. Menonaktifkan Autodebet via Mandiri Call (14000)
Bagi nasabah yang tidak memiliki akses ke aplikasi Livin’, layanan Mandiri Call adalah alternatif resmi yang mudah digunakan.
Layanan ini beroperasi 24 jam dan dapat dihubungi dari mana saja, baik di dalam maupun luar negeri.
Panduan langkah demi langkah:
-
Siapkan data penting seperti:
-
Nomor rekening dan nama lengkap
-
Nomor KTP
-
Nomor ponsel yang terdaftar di bank
-
-
Hubungi Mandiri Call di 14000 (atau +62-21-5299-7777 jika di luar negeri).
-
Ikuti petunjuk suara (IVR) hingga terhubung dengan Customer Service (CS).
-
Sampaikan bahwa kamu ingin menonaktifkan autodebet Mandiri. Sebutkan nama layanan atau merchant yang terkait.
-
Petugas akan melakukan verifikasi data pribadi.
-
Setelah verifikasi berhasil, CS akan memproses permintaan pembatalan.
-
Pastikan kamu menerima nomor laporan (ticket number) sebagai bukti pengajuan.
Proses ini biasanya memerlukan waktu 1–3 hari kerja, tergantung jenis autodebet yang dibatalkan dan pihak ketiga yang terlibat.
Perhatian:
Jika autodebet berasal dari kartu kredit Mandiri (fitur Power Bills), prosedurnya sedikit berbeda.
Nasabah perlu mengajukan permohonan tertulis atau menghubungi layanan kartu kredit Mandiri di situs resmi mandirikartukredit.com
3. Menonaktifkan Autodebet Melalui Kantor Cabang Bank Mandiri
Metode ini cocok jika kamu ingin mendapatkan konfirmasi langsung dari petugas atau jika pembatalan autodebet berkaitan dengan produk tertentu (misalnya kredit, asuransi, atau rekening giro perusahaan).
Berikut langkahnya:
-
Kunjungi kantor cabang Bank Mandiri terdekat.
-
Bawa dokumen berikut:
-
Kartu identitas (KTP/paspor)
-
Buku tabungan atau kartu debit
-
Dokumen pendukung (misalnya surat autodebet atau kontrak langganan)
-
-
Ambil nomor antrean untuk layanan Customer Service (CS).
-
Sampaikan kepada petugas bahwa kamu ingin menghentikan fasilitas autodebet.
-
Isi formulir pembatalan yang disediakan dan tanda tangani sesuai data rekening.
-
Setelah selesai, petugas akan memberikan konfirmasi resmi bahwa permintaanmu sudah diproses.
Biasanya, perubahan status autodebet akan aktif dalam waktu 3–7 hari kerja, tergantung jenis layanan dan pihak penyedia.
Tips:
Jika autodebet berasal dari pihak ketiga (misalnya perusahaan asuransi, leasing, atau BPJS), sebaiknya kamu juga menghubungi penyedia layanan tersebut agar tidak terjadi penagihan ulang dari sistem mereka.
Hal-hal Penting yang Perlu Diperhatikan
Menonaktifkan autodebet tampak sederhana, namun ada beberapa poin penting yang perlu dipahami agar prosesnya berjalan lancar dan aman:
-
Pastikan tagihan terakhir sudah dibayar.
Jika pembatalan dilakukan sebelum tanggal jatuh tempo, bisa terjadi penarikan terakhir sebelum sistem berhenti sepenuhnya. -
Autodebet tidak langsung nonaktif.
Umumnya, sistem Bank Mandiri memerlukan waktu sinkronisasi 3–7 hari kerja, terutama jika melibatkan pihak ketiga. -
Periksa rekening secara berkala.
Setelah permohonan pembatalan, pantau mutasi rekening selama dua siklus tagihan berikutnya untuk memastikan tidak ada potongan lanjutan. -
Tidak ada biaya pembatalan autodebet reguler.
Untuk autodebet biasa (non-kartu kredit), Bank Mandiri tidak mengenakan biaya administrasi.
Namun, jika layanan melibatkan kontrak pihak ketiga, pastikan tidak ada penalti dari penyedia. -
Gunakan saluran resmi.
Hindari membagikan data rekening melalui media sosial, pesan instan, atau tautan tidak resmi yang mengatasnamakan Bank Mandiri.
Rekomendasi Praktis
-
Gunakan Livin’ by Mandiri jika ingin cepat dan tanpa antre.
-
Hubungi Mandiri Call jika butuh bantuan verifikasi.
-
Datang ke kantor cabang jika ingin proses disertai dokumen resmi.
-
Simpan bukti pembatalan atau nomor laporan sebagai arsip pribadi.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, nasabah bisa menonaktifkan autodebet Mandiri dengan mudah, aman, dan sesuai prosedur resmi.
Langkah ini juga membantu menjaga kendali penuh atas aktivitas finansial, terutama bagi pengguna yang aktif mengatur arus kas pribadi atau bisnis.

Posting Komentar