Panduan Lengkap Cara Menonaktifkan Autodebet BPJS di BRImo (Update Terbaru 2026)

Daftar Isi

Bagi peserta BPJS Kesehatan, fitur autodebet di BRImo memang sangat membantu. Pembayaran iuran dilakukan otomatis setiap bulan tanpa perlu diingat-ingat lagi. Namun, tidak sedikit pengguna yang kemudian ingin menonaktifkan autodebet BPJS, terutama ketika ingin mengganti rekening, berpindah metode pembayaran, atau mengatur keuangan secara manual agar lebih fleksibel.

Sayangnya, hingga tahun 2026, proses penonaktifan autodebet BPJS belum dapat dilakukan langsung dari aplikasi BRImo. Meskipun BRImo terhubung dengan sistem pembayaran BPJS, pengelolaan autodebet sepenuhnya diatur oleh BPJS Kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN, call center, atau kantor cabang.

Berikut panduan lengkap dan paling akurat untuk Anda yang ingin menghentikan autodebet BPJS melalui jalur resmi.

Mengapa Perlu Menonaktifkan Autodebet BPJS?

Banyak peserta BPJS yang memilih menonaktifkan autodebet karena alasan-alasan berikut:

  • Ingin berpindah rekening atau menggunakan bank lain yang lebih aktif.
  • Saldo rekening sering kosong, sehingga autodebet gagal dan memicu denda.
  • Ingin kontrol pembayaran manual, misalnya agar bisa menyesuaikan waktu dan sumber dana.
  • Kesalahan data rekening, seperti rekening sudah ditutup tetapi masih tercatat aktif di sistem BPJS.

Apapun alasannya, penonaktifan yang dilakukan dengan benar akan mencegah penarikan saldo otomatis dan menghindari potensi gangguan pembayaran di masa mendatang.

Persiapan Sebelum Menonaktifkan Autodebet

Sebelum melakukan proses penghentian, ada baiknya Anda mempersiapkan beberapa hal penting berikut:

  1. Pastikan aplikasi BRImo dan Mobile JKN aktif.
    Pastikan kedua aplikasi sudah terinstal dan Anda bisa login dengan akun masing-masing.

  2. Catat nomor Virtual Account (VA) BPJS Anda.
    Nomor ini digunakan untuk identifikasi autodebet.

  3. Cek status pembayaran terakhir.
    Pastikan pembayaran bulan berjalan sudah selesai agar tidak terkena tunggakan.

  4. Siapkan dokumen identitas.
    Seperti KTP, Kartu BPJS, dan buku tabungan, bila nantinya Anda perlu datang ke kantor BPJS.

Cara Menonaktifkan Autodebet BPJS Kesehatan

1. Melalui Aplikasi Mobile JKN

Langkah ini merupakan cara resmi dan paling direkomendasikan oleh BPJS Kesehatan.

  1. Buka aplikasi Mobile JKN, lalu login dengan akun Anda.
  2. Pilih menu “Lainnya” di bagian bawah layar.
  3. Masuk ke opsi “Pendaftaran Autodebet.”
  4. Pilih Bank BRI sebagai rekening autodebet.
  5. Akan muncul status autodebet yang aktif. Tekan “Nonaktifkan Autodebet.”
  6. Ikuti instruksi konfirmasi hingga muncul pesan “Autodebet Berhasil Dinonaktifkan.”

Catatan: Bila tidak muncul pesan konfirmasi, tunggu hingga 1×24 jam dan periksa kembali melalui menu yang sama.

2. Melalui Kantor Cabang BPJS Kesehatan

Bila Anda mengalami kendala di aplikasi, kunjungi langsung kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat.

  1. Siapkan KTP, Kartu BPJS, dan buku tabungan BRI.
  2. Ambil antrean layanan pelanggan dan sampaikan tujuan Anda untuk menghentikan autodebet BPJS dari rekening BRI.
  3. Petugas akan mencabut kuasa autodebet Anda dan mengubah status menjadi nonaktif di sistem BPJS.

Proses ini biasanya selesai dalam 1–2 hari kerja, tergantung antrean dan sistem cabang setempat.

3. Melalui Call Center BPJS Kesehatan

Alternatif lain, Anda dapat menghubungi Call Center 1500 400.

  1. Pilih opsi berbicara dengan petugas layanan.
  2. Sampaikan bahwa Anda ingin menonaktifkan autodebet dari rekening BRI.
  3. Petugas akan melakukan verifikasi data peserta.
  4. Jika data cocok, Anda akan diarahkan untuk konfirmasi tambahan via email atau kunjungan ke kantor cabang.

Metode ini cocok bagi Anda yang tidak sempat datang langsung, namun ingin memastikan autodebet segera dihentikan.

Cara Mengecek Status Autodebet di BRImo

Walau BRImo belum menyediakan fitur untuk menonaktifkan autodebet secara langsung, Anda tetap dapat memeriksa status tagihan otomatis yang terhubung dengan BPJS melalui langkah berikut:

  1. Buka aplikasi BRImo, lalu login.
  2. Pilih menu “Pembayaran & Pembelian.”
  3. Pilih “Autodebet” atau “Tagihan Terjadwal.”
  4. Lihat apakah masih terdapat tagihan BPJS aktif.
  5. Jika masih terdaftar, hubungi Customer Service BRI (14017 atau 1500017) untuk memastikan autodebet benar-benar nonaktif di sisi bank.

Catatan: Sistem BRImo hanya berfungsi sebagai penghubung transaksi, bukan pengelola utama autodebet BPJS.

Solusi Jika Autodebet Masih Aktif Setelah Dinonaktifkan

Dalam beberapa kasus, peserta melaporkan saldo tetap terpotong meski sudah menonaktifkan autodebet. Umumnya hal ini terjadi karena:

  • Penonaktifan dilakukan setelah tanggal penarikan rutin (5–10 tiap bulan).
  • Data belum tersinkron antara sistem BRI dan BPJS Kesehatan.
  • Masih ada transaksi autodebet yang tertunda dari periode sebelumnya.

Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa:

  1. Cek kembali status autodebet di Mobile JKN.
  2. Hubungi Call Center BPJS (1500 400) untuk konfirmasi manual.
  3. Simpan bukti mutasi rekening sebagai referensi apabila diperlukan pengembalian dana.

Alternatif Pembayaran Setelah Autodebet Dihentikan

Setelah autodebet dinonaktifkan, Anda tetap harus membayar iuran secara rutin agar status kepesertaan BPJS tidak dinonaktifkan. Berikut alternatif pembayarannya:

  • Marketplace: Tokopedia, Shopee, Bukalapak, atau Blibli.
  • E-wallet: GoPay, OVO, DANA, LinkAja.
  • ATM atau m-banking bank lain.
  • Minimarket: Indomaret, Alfamart, dan Alfamidi.

Semua metode ini tetap terhubung langsung dengan sistem resmi BPJS Kesehatan, jadi aman dan terverifikasi.

Catatan Penting (Update 2026):
Saat ini BPJS Kesehatan telah melakukan uji coba integrasi sistem autodebet berbasis BRImo API, namun fitur “Nonaktifkan Autodebet” belum tersedia secara publik di aplikasi BRImo versi terbaru. Jadi, penonaktifan resmi masih harus dilakukan melalui Mobile JKN atau layanan BPJS.

Media Perbankan
Media Perbankan Media perbankan terdepan dan terpercaya di Indonesia.

Posting Komentar