QRIS Tap Bisa Digunakan di Mana Saja? Ini Fakta Update Juli 2025
QRIS Tap—fitur tanpa pindai berbasis NFC dari Bank Indonesia—mempermudah pembayaran hanya dengan mengetapkan ponsel Android ke terminal merchant. Sejak diluncurkan 14 Maret 2025, teknologi ini sudah merambah berbagai sektor. Tapi, apakah benar sudah bisa dipakai “di mana saja”? Yuk, kita bongkar laporannya.
Statistik Utama (Per April–Juli 2025)
-
Transaksi QRIS Tap mencapai Rp 3,24 miliar dalam 1 bulan pertama (14 Maret–16 April), dengan volume 42,9 juta transaksi, 20,8 juta pengguna, dan 1,44 juta merchant terintegrasi.
-
Total pengguna QRIS (semua varian) telah melampaui 56 juta, dengan 38 juta merchant hingga Q1 2025.
-
Namun khusus QRIS Tap, jumlah merchant aktif baru mencapai sekitar 500–2.300 unit per Juli 2025.
Sektor dan Lokasi yang Sudah Mendukung
Transportasi Umum
-
MRT Jakarta (Bundaran HI – Lebak Bulus) — uji coba sejak 14 Maret, target ekspansi ke semua stasiun akhir 2025
-
TransJakarta Royaltrans — 12 armada terintegrasi awal, perluasan ke rute lain dijanjikan menyusul
-
Damri Jabodetabek JR Connexion — sekitar 120 armada siap pakai sejak Desember 2024
-
Trans Metro Pasundan (Bandung) dan Trans Sarbagita (Bali) telah bergabung sejak Maret–Juni 2025
-
Rencana: Rol out ke LRT Jabodetabek, KRL Jabodetabek dan Yogyakarta–Solo, serta transportasi publik di DIY, Medan, Sulawesi, dan Jawa Timur pada Agustus–September 2025
Ritel, UMKM & Merchant Publik
-
Sekitar 2.300 merchant di sektor ritel, rumah sakit publik, parkir, dan UMKM sudah mendukung QRIS Tap hingga Juli 2025
-
Contoh: RSUD Tarakan Jakarta mulai aktif pakai QRIS Tap sejak peluncuran awal
Layanan Publik & Parkir
-
Rumah sakit seperti RSUD Tarakan sudah pakai NFC EDC untuk pembayaran cepat. Restoran, minimarket, parkir ber-NFC juga mulai diintegrasikan
Kuat & Ringan: Kenapa Belum “Dimana Saja”?
Faktor | Penjelasan |
---|---|
Perangkat | Hanya Android dengan NFC. iOS belum mendukung QRIS Tap hingga Juli 2025. |
Infrastruktur | EDC NFC masih terbatas—BI baru mendorong sekitar 500–2.300 unit aktif. Tidak semua merchant punya perangkat NFC. |
Distribusi geografis | Fokus dulu di Pulau Jawa, Jakarta, Bali, Bandung. Kalimantan & Papua dijadwalkan mulai August–September 2025. |
Edukasi masyarakat dan merchant | Sosialisasi terus dilakukan karena kesadaran di lapangan masih perlu ditingkatkan. |
Keunggulan QRIS Tap
-
Transaksi ultra-cepat: hanya ~0,3 detik saja
-
Praktis & contactless: tidak perlu buka QR, tinggal tempelkan ponsel
-
Aman: sistem terenkripsi, QR dinamis berkode per transaksi
-
Gratis untuk pengguna: merchant dikenakan MDR 0% untuk layanan publik, 0,5–1,8% untuk lainnya
Rekomendasi Praktis
-
Pastikan ponsel Android yang Anda gunakan punya fitur NFC, dan aplikasi keuangan sudah versi terbaru.
-
Saat di kasir atau loket: cari simbol NFC atau tulisan QRIS Tap untuk memastikan merchant mendukung.
-
Utamakan saat bayar: transportasi umum (MRT, Damri, Transjakarta) agar transaksi cepat dan efisien.
-
Pantau update dari Bank Indonesia dan PJP terkait lokasi baru yang sudah aktif mendukung QRIS Tap.
Kesimpulan
Kalau Anda tanya: “QRIS Tap sudah bisa digunakan dimana saja?” Jawabannya: belum sepenuhnya “di mana saja”, tapi sudah meluas ke berbagai moda transportasi dan merchant publik utama—terutama di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Bali.
Dengan masih banyak data infrastruktur dan pengguna dalam proses ekspansi, target Bank Indonesia akan memperluas dukungan hingga seluruh kota besar di Indonesia pada akhir 2025. Jadi, dalam beberapa bulan ke depan, klaim “bisa digunakan di mana saja” bisa makin mendekati kenyataan .
Posting Komentar