Perbedaan QRIS dan QRIS Tap: Fokus Transaksi Cepat, Praktis, Aman di 2025

Daftar Isi

Kenalan Singkat: QRIS vs QRIS Tap

Sejak 17 Agustus 2019, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) menjadi standar nasional pembayaran digital via kode QR. Mulai 14 Maret 2025, Bank Indonesia membuka era baru dengan QRIS Tap—metode pembayaran tanpa pindai, cukup tap ponsel Android ke perangkat NFC merchant. QRIS konvensional masih mengandalkan scan QR, sementara QRIS Tap memungkinkan transaksi hanya dalam sekitar 0,3 detik, jauh lebih cepat.

Teknologi & Cara Kerja

  • QRIS Konvensional:

    • Menggunakan QR statis atau dinamis yang dipindai dengan kamera ponsel.

    • Nominal bisa harus dimasukkan manual (statis) atau sudah otomatis (dinamis).

    • Dibutuhkan aplikasi pembayaran dan koneksi internet.

  • QRIS Tap:

    • Teknologi utama: NFC (Near Field Communication).

    • Cukup dekatkan ponsel ke reader NFC merchant.

    • Data nominal bisa langsung dikirim otomatis (CPM + NFC).

    • Keamanan terenkripsi, kode CPM berganti berkala untuk mencegah penipuan.

Statistik Terkini (per 6 Juni 2025)

  • Pengguna QRIS Tap:

    • ~47,8 juta orang telah mengaktifkan fitur ini setelah kurang dari tiga bulan sejak peluncuran.

  • Merchant yang menerima QRIS Tap:

    • Dimulai hanya 646 merchant di fase uji coba.

    • Bertambah ke 2.353 saat peluncuran awal Maret 2025.

    • Melesat ke 648.034 merchant per 6 Juni 2025, meningkat sekitar 275 kali lipat.

  • Pendukung layanan:

    • Sudah digunakan oleh 15 penyedia jasa pembayaran (PJP) termasuk BCA, BRI, Mandiri, GoPay, Dana, ShopeePay, Netzme, dan lainnya.

Keunggulan di Kategori

AspekQRIS KonvensionalQRIS Tap
KecepatanScan + konfirmasi (1–3 detik)Tap NFC (~0,3 detik ideal; realistik ~2 detik)
KemudahanButuh buka aplikasi, scan, input nominalCukup aktifkan NFC di ponsel, close to reader NFC
KompatibilitasSemua smartphone & merchant (QR-based)Hanya Android dengan NFC & reader merchant NFC
KeamananRentan QR palsu (palsu kode, phishing)Enkripsi berkala & logic NFC mengurangi risiko
BiayaPengguna gratis; MDR merchant sama standar (0% untuk layanan publik) Sama seperti QRIS konvensional

Implementasi di Lapangan

  • Transportasi umum:
    QRIS Tap sudah aktif di rute MRT Jakarta (Bundaran HI–Lebak Bulus), KRL Jabodetabek, TransJakarta (RoyalTrans), DAMRI JR Connexion, Trans Sarbagita Bali. Ekspansi lanjut ditargetkan ke LRT Jabodebek, Teman Bus, tol, dan moda lain pada pertengahan hingga akhir 2025.

  • Retail & layanan publik:
    Termasuk rumah sakit (RSUD Tarakan, RSCM, RSPAD Gatot Subroto Kartika), toko ritel modern (~1.528 outlet), UMKM (~138), parkir (~3 lokasi).

  • Sosialisasi:
    BI mengadakan training for trainers di 46 kantor perwakilan domestik untuk memperluas edukasi merchant dan masyarakat.

Kapan Pilih QRIS atau QRIS Tap?

  • Pakai QRIS Konvensional jika:

    • Smartphone atau merchant belum siap NFC.

    • Transaksi di pasar tradisional, UMKM kecil, atau kios tanpa perangkat canggih.

  • Pakai QRIS Tap jika:

    • Smartphone Android mendukung NFC dan aplikasi (GoPay, DANA, BRI‑Tap, dll.) sudah versi terbaru.

    • Sering transaksi di lokasi dengan volume tinggi: transportasi, minimarket modern, rumah sakit.

    • Ingin eksekusi cepat dengan pengalaman tap & go yang minim gesekan.

Catatan Praktis Pengguna

  • Kecepatan ideal ~0,3 detik bisa melambat (hingga sekitar 2 detik) tergantung toleransi app, setting PIN/biometrik, atau kondisi reader NFC.

  • Awalnya pengguna dan kasir butuh adaptasi supaya proses tidak menimbulkan bottleneck antrean.

Media Perbankan
Media Perbankan Media perbankan terdepan dan terpercaya di Indonesia.

Posting Komentar