Peran Bank Indonesia sebagai Development Coordinator di Tahun 2025

Daftar Isi

Bank Indonesia (BI) bukan cuma penjaga stabilitas rupiah. Di tahun 2025, BI juga ambil peran strategis sebagai development coordinator—perancang arah pembangunan ekonomi jangka panjang. Yuk kita kupas lebih dalam!

1. Mandat Ganda: Stabilitas & Sinergi Pembangunan

Sejak UU BI No.23/1999 (diubah UU No. 3/2004 & No. 6/2009), BI wajib menjamin nilai rupiah tetap stabil—dari inflasi hingga kurs. Tapi di era sekarang, BI juga berperan sebagai koordinator pembangunan:

  • Menyatukan kebijakan moneter dengan arah fiskal dan sektor riil.

  • Mendukung target pembangunan nasional: inklusi, UMKM, digitalisasi, hingga ekonomi hijau.

2. Fungsi Utama Sebagai Development Coordinator

BI menjalankan perannya lewat beberapa area strategis:

a. Kebijakan Moneter yang “Growth‑Friendly”

Contohnya:

  • Suku bunga acuan BI Rate: 5,50% (Juni 2025) untuk menstabilkan inflasi dan rupiah.

  • Operasi pasar terbuka, pengaturan cadangan wajib, dan likuiditas yang sehat—semua dikaitkan untuk dorong kredit ke sektor produktif.

b. Koordinasi Mulai Pusat hingga Daerah

BI aktif:

  • Bareng Kemenkeu, OJK, daerah di TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah).

  • Mendukung program nasional: ekonomi syariah, UMKM, digitalisasi keuangan, dan sektor hijau.

c. Monitoring Ekonomi & Stabilitas Sistem Keuangan

Laporannya:

  • Laporan Perekonomian Indonesia dan Stabilitas Keuangan jadi panduan pemerintah dan pelaku bisnis.

d. Inklusi & Pengembangan Ekonomi Riil

  • Indeks inklusi keuangan mencapai ~75% pada 2024.

  • Literasi keuangan ~65%.

  • BI gerakkan program Laku Pandai, KUR, UMKM training, dan ekonomi syariah lewat KNEKS.

  • Digitalisasi: QRIS, BI‑FAST, digital wallet – infrastruktur inklusif coba diratakan ke seluruh pelosok.

e. Ketahanan Ekonomi terhadap Guncangan Global

Contoh terdahulu:

  • Saat COVID‑19 (2020–2022), BI turunkan BI Rate & tambah likuiditas untuk menjaga ekonomi tetap berjalan.

3. Inisiatif 2025: Digitalisasi & inklusi melejit

• Ekspansi QRIS & QRIS Tap NFC

  • Quartal I 2025: 2,6 miliar transaksi QRIS (~594% YoY), 56,3 juta pengguna & 38,1 juta merchant.

  • Jan 2025 saja: nominal transaksi Rp 80,9 triliun, volume 0,79 miliar transaksi.

  • QRIS Cross‑Border: inbound payments repatriasi turis Malaysia, Singapura, Thailand—24 121 transaksi senilai ~Rp 7,1 miliar (Jan–Apr 2025).

  • NFC‑based QRIS Tap: pengguna 47,8 juta (Juni 2025), merchant NFC ~648 034. Implementasi di transportasi umum (MRT, KRL, Transjakarta). QRIS volume diproyeksi tembus 5,5–6,5 miliar transaksi di tahun 2025.

• Inklusi & Literasi Keuangan Lebih Masif

  • Inklusi keuangan ~75%, literasi ~65%.

  • BI gandeng OJK, BPS, dan pemangku kepentingan lain untuk edukasi lewat digital channel.

• Ekonomi Hijau & UMKM

  • Insentif untuk pendanaan proyek ramah lingkungan.

  • UMKM disokong lewat akses kredit (KUR), training digital & ekspor.

  • Digitalisasi UMKM lewat QRIS / digital wallet=efisien & transparan.

4. Tantangan BI sebagai Koordinator Pembangunan

  • Konflik kebijakan: kapan prioritaskan stabilitas vs pertumbuhan?

  • Sinkronisasi antar lembaga: memadukan moneter, fiskal, sektor keuangan perlu komunikasi intens.

  • Ketimpangan regional: akses ke layanan keuangan & digital belum sama rata, terutama di wilayah timur.

  • Risiko eksternal: volatilitas global, harga komoditas, dan suku bunga asing.

Kesimpulan: BI = Gardu Tengah Pembangunan Ekonomi 2025

Bank Indonesia tahun 2025 bukan hanya penjaga inflasi dan rupiah, tapi juga pengarah pembangunan ekonomi. Lewat kebijakan moneter pro‑growth, koordinasi lintas lembaga, dan akselerasi inklusi/ekonomi digital, BI memastikan sistem ekonomi tak cuma stabil tapi juga berkelanjutan, inklusif, dan siap menghadapi tantangan global.

Catatan: Data diperbarui sesuai laporan BI & media hingga Juli 2025.

Catatan kecil: Sebaiknya sisipkan link internal seperti “Tip mengoptimalisasi digitalisasi UMKM via QRIS” agar konten ini punya bobot SEO lebih kuat dan saling terhubung di mediaperbankan.com.

Media Perbankan
Media Perbankan Media perbankan terdepan dan terpercaya di Indonesia.

Posting Komentar