Kenapa Pengajuan Pinjaman di AdaKami Ditolak di 2025? Simak 7 Faktor & Solusi Smart
Mendapat penolakan saat mengajukan pinjaman di AdaKami bisa bikin frustasi, apalagi saat dana sangat dibutuhkan. Tapi jangan buru-buru menyalahkan sistem. Biasanya ada alasan logis di baliknya—dan sebagian besar bisa dicegah jika kamu tahu titik masalahnya sejak awal.
Di bawah ini adalah pemetaan lengkap alasan pengajuan ditolak dan bagaimana memperbaikinya.
1. Tidak Memenuhi Syarat Dasar Peminjam
AdaKami bukan sekadar aplikasi pinjaman cepat; mereka mengikuti regulasi OJK dan AFPI. Maka dari itu, mereka menetapkan syarat minimum yang harus dipenuhi pengguna:
-
WNI berusia minimal 21 tahun dan maksimal 60 tahun saat pelunasan
-
Memiliki e-KTP yang aktif
-
Bertempat tinggal di wilayah operasional AdaKami
-
Memiliki penghasilan tetap (bisa dibuktikan)
Jika satu saja dari syarat ini tidak terpenuhi, sistem secara otomatis akan menolak pengajuan, bahkan sebelum masuk tahap verifikasi dokumen.
2. Dokumen yang Tidak Lengkap atau Tidak Valid
Tahapan verifikasi dokumen menjadi gerbang utama apakah pengajuanmu layak diproses atau tidak. Beberapa kesalahan umum yang sering terjadi:
-
KTP tidak jelas (foto buram, pantulan cahaya, atau terpotong)
-
Selfie tidak sesuai panduan (tidak fokus, wajah tertutup)
-
Slip gaji tidak menggambarkan pendapatan yang stabil
-
Dokumen usaha tidak menunjukkan omzet yang cukup
-
Rekening bank tidak atas nama sendiri
Sistem AdaKami menggunakan teknologi OCR (optical character recognition), jadi detail kecil seperti ketidaksesuaian nama pun bisa jadi alasan penolakan.
3. Skor Kredit Buruk atau Tidak Tersedia
Setiap peminjam dinilai melalui skor kredit, baik dari data internal AdaKami maupun data eksternal seperti SLIK OJK.
Masalah umum yang menyebabkan skor rendah:
-
Telat bayar cicilan pinjaman sebelumnya
-
Ada tunggakan di pinjol atau kartu kredit
-
Mengajukan pinjaman di banyak platform sekaligus
-
Tidak pernah meminjam sama sekali (belum memiliki skor kredit)
Skor kredit yang rendah atau bahkan tidak terbentuk sama sekali bisa membuat sistem menilai kamu sebagai berisiko tinggi.
4. Kapasitas Pembayaran Dianggap Tidak Memadai
Meskipun kamu punya pendapatan tetap, bukan berarti pengajuan akan otomatis disetujui. AdaKami memperhitungkan debt-to-income ratio (DTI) untuk menilai kemampuan bayar kamu.
Contoh alasan penolakan:
-
Gaji kamu Rp3 juta, tapi ajukan pinjaman Rp5 juta dalam tenor pendek
-
Sudah ada cicilan di platform lain (terdeteksi melalui SLIK atau data ponsel)
-
Pengeluaran tetap terlalu besar, misalnya untuk kontrakan, anak sekolah, dll.
Idealnya, total cicilan kamu tidak boleh melebihi 30–40% dari penghasilan bulanan.
5. Data Tidak Konsisten atau Gagal Verifikasi
Sistem verifikasi AdaKami sangat sensitif terhadap ketidaksesuaian data. Masalah seperti ini bisa langsung memicu penolakan:
-
Nama di rekening bank berbeda dengan nama di KTP
-
Alamat tidak sesuai dengan lokasi domisili
-
Nomor HP tidak bisa dihubungi saat proses verifikasi
-
Perangkat atau SIM card digunakan oleh akun lain sebelumnya
Hal-hal ini bisa dicurigai sebagai potensi penipuan atau pemakaian identitas ganda.
6. Pengajuan Terlalu Sering atau Berulang
Banyak pengguna yang, karena ditolak sekali, langsung mengajukan ulang dalam waktu singkat. Ini justru memperburuk situasi.
Sistem AdaKami bisa membaca pola “pengajuan agresif” sebagai tanda risiko keuangan, apalagi jika belum ada perbaikan dari pengajuan sebelumnya. Disarankan untuk menunggu 2–4 minggu, benahi dulu penyebab penolakan, lalu coba ajukan ulang.
7. Masalah Teknis atau Kebijakan Internal
Selain faktor pengguna, AdaKami juga memberlakukan kebijakan internal seperti:
-
Kuota pinjaman harian atau mingguan habis
-
Update aplikasi belum terpasang (verifikasi gagal)
-
Sistem biometrik gagal mengenali wajah
-
Adanya blacklist dari pelanggaran sebelumnya
Jika kamu merasa semua syarat sudah dipenuhi namun tetap ditolak, besar kemungkinan ini terkait sistem atau kebijakan internal yang sedang berjalan.
Solusi Cerdas Agar Pengajuan Disetujui
No | Langkah | Penjelasan |
---|---|---|
1 | Gunakan data yang konsisten | Pastikan nama, alamat, dan nomor HP sama di semua dokumen |
2 | Foto dokumen dengan pencahayaan bagus | Hindari bayangan dan blur, gunakan kamera dengan resolusi baik |
3 | Hitung kemampuan bayar sebelum ajukan | Jangan memaksakan limit, pilih tenor dan jumlah yang realistis |
4 | Periksa skor kredit secara mandiri | Gunakan layanan SLIK OJK untuk melihat histori kredit pribadi |
5 | Lunasi utang aktif jika memungkinkan | Ini akan meningkatkan skor kredit dan mengurangi beban finansial |
6 | Hindari spam pengajuan | Tunggu jeda waktu sebelum mencoba lagi, minimal 2 minggu setelah penolakan |
7 | Gunakan aplikasi versi terbaru | Pastikan semua fitur berjalan optimal untuk menghindari error teknis |
8 | Hubungi Customer Service jika ragu | Minta klarifikasi jika tidak ada alasan penolakan yang tertulis |
Transparansi & Dukungan OJK
Sebagai penyedia pinjaman legal yang berizin dan diawasi oleh OJK, AdaKami wajib menyampaikan alasan penolakan. Biasanya alasan ini disampaikan lewat notifikasi di aplikasi atau email terdaftar.
Jika kamu merasa ditolak tanpa alasan jelas atau ada dugaan pelanggaran, kamu bisa:
-
Melaporkan ke layanan konsumen AdaKami
-
Mengajukan aduan ke OJK melalui website resmi konsumen.ojk.go.id
Langkah ini penting, terutama jika kamu merasa skor kredit sudah bagus dan semua syarat terpenuhi.
Alternatif Jika Ditolak Berulang
Jika penolakan terus terjadi, pertimbangkan opsi lain:
-
Pinjol legal lain seperti Kredivo, Akulaku, atau Julo
-
Pinjaman dari bank digital seperti Bank Jago, Line Bank, atau SeaBank
-
Koperasi simpan pinjam dengan sistem evaluasi manual
-
Fintech P2P lending dengan model penilaian berbeda seperti Investree atau Amartha
Pastikan tetap memilih platform legal dan terdaftar di OJK.
Posting Komentar