Kenapa Banyak Orang Pilih Pinjaman Online Ketimbang Bank di 2025?
1. Gambaran Umum Fintech Lending (Pindar)
-
Outstanding pembiayaan fintech lending mencapai Rp 78,5 triliun pada Januari 2025, tumbuh 29,9% YoY.
-
Per Februari naik menjadi Rp 80,07 triliun (+31,1%), dan Maret berada di Rp 80,02 triliun dengan laju pertumbuhan 28,7% YoY.
-
Mei 2025 mencatat total Rp 82,6 triliun, dengan pertumbuhan YoY sebesar 27,9%.
OJK telah mencatat 97 penyelenggara fintech lending resmi (LPBBTI) hingga Januari 2025. Namun hingga Mei, 14 dari 96 penyedia belum memenuhi modal minimum Rp 12,5 miliar.
2. Tingkat Kredit Macet (TWP90)
-
Agregat TWP90 industri pinjol berada di kisaran 2,5–3,2% selama awal 2025.
-
Per Mei 2025, TWP90 tercatat di 3,19%, dengan 23 platform memiliki NPF di atas 5%.
-
Pada Desember 2024, total kredit macet mencapai Rp 2,01 triliun, didominasi oleh borrower individu, khususnya usia 19‑34 tahun yang menyumbang 52% dari total macet.
3. Bunga & Aturan Tarif Baru 2025
Mulai 1 Januari 2025, OJK memberlakukan batas maksimum bunga harian:
-
Konsumtif:
-
<6 bulan → 0,3%/hari
-
6 bulan → 0,2%/hari
-
-
Produktif mikro/ultra mikro:
-
<6 bulan = 0,275%/hari, >6 bulan = 0,1%/hari
-
-
Produktif UKM kecil menengah: 0,1%/hari untuk semua tenor.
Artinya: pinjaman produktif tenor panjang lebih murah, sementara konsumtif tetap lebih mahal tapi terbatas.
4. Alasan Utama: Proses Cepat & Persyaratan Ringan
Kecepatan
-
Pengajuan online 100% via aplikasi, proses approval bisa hitungan jam atau maksimal 1‑2 hari.
-
Bank konvensional umumnya membutuhkan 3–7 hari kerja, dengan verifikasi dokumen fisik dan wawancara.
Persyaratan
-
Pinjol cukup KTP, selfie, rekening; banyak tanpa agunan.
-
Bank sering kali butuh NPWP, slip gaji, laporan keuangan, dan jaminan.
Akses Digital Kapan Saja
-
Aplikasi pinjol buka 24/7, cocok untuk generasi muda, pekerja freelance, dan orang sibuk.
-
Bank hanya buka jam kerja—perlu antre atau menyempatkan datang ke kantor cabang.
5. Fleksibilitas Produk: Nominal & Tenor
-
Pinjol: pinjaman kecil mulai Rp 500 ribu–Rp 20 juta, tenor fleksibel 1–12 bulan.
-
Bank: fokus ke pinjaman besar (Rp 10 juta ke atas) dan tenor panjang (6 bulan–5 tahun).
Hal ini membuat pinjol cocok untuk kebutuhan konsumtif atau modal kecil, sementara bank lebih cocok untuk kebutuhan modal besar atau investasi.
6. Risiko Terkait & Waspadai
Identifikasi risiko pinjol lebih mendalam:
Bunga Tinggi
-
Konsumtif: hingga 0,3%/hari bisa setara dengan ~110% per tahun.
-
Risiko utang cicilan menumpuk jika tidak disiplin bayar.
Penipuan & Pinjol Ilegal
-
OJK telah memberantas 1.623 entitas pinjol ilegal sepanjang Januari–November 2023, dan menerima lebih dari 8.900 pengaduan terkait pinjol ilegal.
-
Banyak platform ilegal melakukan cara penagihan agresif atau menyalahgunakan data.
Data Pribadi & Etika Penagihan
-
Beberapa pinjol ilegal melanggar privasi dengan akses kontak peminjam tanpa izin.
-
Pinjol legal juga bisa memberlakukan penalti tinggi jika telat bayar.
7. Data Penggunaan: Untuk Apa Pinjol Digunakan?
Menurut survei Populix, pola penggunaan pinjol sebagai berikut:
-
51% untuk kebutuhan rumah tangga
-
41% modal usaha / UMKM
-
25% perlengkapan kerja
-
23% pendidikan
-
22% gaya hidup/hiburan
-
13% kesehatan
Mayoritas peminjam berada di kelompok usia milenial (25–34) dan Gen Z—mereka yang nyaman pakai aplikasi fintech.
8. Peran Penting Fintech di UMKM
-
Asosiasi fintech Indonesia memproyeksikan 46 juta UMKM belum mendapatkan akses ke kredit bank, menjadi peluang besar untuk fintech lending.
-
Pembiayaan produktif oleh pindar hingga April 2025 sudah Rp 28,6 triliun (35,4% dari total outstanding).
9. Tips Praktis Pilih Pinjaman Online
Saat mempertimbangkan pinjol daripada pinjaman bank:
-
Cek status izin di OJK (LPBBTI/terdaftar).
-
Simulasikan biaya lengkap: bunga + biaya admin.
-
Pilih tenor & nominal sesuai kebutuhan, jangan memaksakan cicilan besar.
-
Gunakan hanya untuk kebutuhan produktif atau darurat.
-
Bayar tepat waktu, agar tak terkena penalti atau kena blacklist.
Posting Komentar