Kartu e‑Toll Patah: Masih Bisa Dipakai? Ini Faktanya di 2025
1. Mengenal Kartu e‑Toll dan Teknologi RFID
Kartu e‑toll menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identification), yang terdiri dari chip kecil dan antena di dalam lapisan plastik. Saat ditempelkan pada reader di gerbang tol, chip akan terbaca dan saldo otomatis terpotong.
Komponen utamanya:
-
Chip RFID: Menyimpan saldo dan identitas kartu
-
Antena: Menghubungkan chip dengan reader
-
Lapisan pelindung: Mencegah kerusakan fisik
2. Seberapa Parah Kerusakan Kartu Memengaruhi Fungsi
a. Retak Ringan
Jika retakan hanya di bagian plastik dan chip/antena masih utuh, biasanya kartu masih berfungsi. Coba tes lewat:
-
Gerbang tol
-
Mesin saldo di minimarket (Indomaret/Alfamart)
-
Aplikasi bank seperti Mandiri e‑Money, BNI TapCash, LinkAja, dan sejenisnya
Catatan: Segera ganti sebelum retakan makin besar atau menembus chip.
b. Patah Parah
Kartu yang terbelah dua atau lebih hampir dipastikan tidak bisa dipakai karena chip atau antena kemungkinan besar rusak. Ciri-cirinya:
-
Reader menolak atau tidak membaca kartu
-
Saldo tidak muncul saat dicek di aplikasi
c. Dampak Panas & Air
Meski retakan kecil, paparan air atau panas ekstrem (misalnya disimpan di dashboard mobil saat siang) dapat merusak chip. Kartu lama juga lebih rentan karena material plastik sudah melemah.
3. Langkah Saat Kartu e‑Toll Rusak
a. Tes Fungsi Kartu
-
Tempel di gerbang tol
-
Cek saldo lewat minimarket atau aplikasi
-
Jika masih berfungsi, tetap gunakan sementara, tapi segera ganti
b. Kartu Tidak Terbaca? Lakukan Ini:
-
Hubungi bank penerbit kartu:
-
Mandiri (14000), BNI (1500046), BRI (14017), BCA (1500888)
-
-
Kunjungi kantor cabang atau gerai resmi (rest area, mall, tol)
-
Ajukan pemindahan saldo jika masih bisa dibaca
-
Ganti kartu (biaya sekitar Rp10.000–50.000)
Persyaratan umum: kartu rusak, KTP/SIM, bukti transaksi (opsional tergantung bank)
4. Biaya dan Kebijakan Teranyar 2025
-
Beberapa bank kini menawarkan pemindahan saldo gratis 1x per tahun
-
Beberapa penerbit kartu mulai memperbolehkan sinkronisasi saldo antar-merek kartu (misalnya Mandiri dengan BCI atau BCA)
-
Biaya cetak ulang kartu baru ~Rp10.000–50.000 tergantung bank dan lokasi
5. Alternatif Pembayaran Tol di Era Digital
-
Aplikasi e‑wallet berbasis NFC (Mandiri, BNI, BRI, BCA) sekarang sudah mulai bisa untuk bayar tol langsung lewat ponsel
-
Gerbang tol yang menerima backup via deposit tol atau administrasi manual untuk kartu rusak mendadak
6. Tips Merawat Kartu Agar Awet
-
Simpan di tempat kokoh: dompet keras atau cardholder khusus
-
Hindari kontak langsung dengan matahari atau air
-
Jangan tekuk, tusuk, atau lem kartu
-
Pertimbangkan untuk memakai ponsel dengan NFC untuk cadangan pembayaran
7. Praktik Detail Perbankan
-
Bank X: gratis pemindahan saldo + kartu baru 1x/tahun
-
Bank Y: biaya kartu Rp20.000 + gratis biaya admin pemindahan
-
Bank Z: belum ada sinkronisasi antarkartu, tapi mulai uji coba NFC via aplikasi
Catatan kecil: Kebijakan ini bisa berubah tiap akhir tahun, dan bank biasanya umumkan via website atau aplikasi resmi.
8. Pindah Saldo Antar Merek Kartu
-
Tidak semua bank punya sistem lintas merek
-
Mandiri–BCA dan BNI–BRI sudah mulai jalankan pilot project
-
Jika kartu lama dan baru beda bank, tanyakan kemungkinan transfer saldo tanpa biaya admin
9. Prosedur Ganti Kartu di Lokasi
Lokasi yang umum melayani:
-
Kantor cabang bank
-
Gerai di rest area atau mall
-
Gerbang tol (posko khusus e‑toll)
Prosesnya cepat: tunjukkan kartu rusak, identitas, dan mintalah kartu baru. Tunggu saldo lama dipindah (bisa beberapa menit hingga 1×24 jam).
10. Rangkuman Singkat
-
Retak ringan → masih dipakai, tapi segera ganti
-
Patah parah/terbelah → kemungkinan besar gagal, perlu ganti & pindahkan saldo
-
Langkah cerdas → langsung cek, kontak bank, dan manfaatkan fitur 2025 seperti gratis pemindahan saldo atau pembayaran via ponsel
Info ini diramu agar kamu bisa melewati ke jalur cepat, tetap nyaman di perjalanan tol, dan tahu apa yang harus dilakukan kalau kartu rusak.
Posting Komentar