Bank Saqu Dimiliki Siapa? Ini Struktur Kepemilikannya di Tahun 2025
Bank Saqu makin mencuri perhatian sejak kemunculannya sebagai bank digital yang menyasar segmen solopreneur dan UMKM. Di balik fiturnya yang user-friendly dan desain aplikasinya yang segar, muncul satu pertanyaan penting: Siapa pemilik Bank Saqu sebenarnya?
Jawaban singkatnya: Bank Saqu adalah hasil kolaborasi antara Astra Financial dan WeLab, dua entitas besar yang masing-masing menguasai 49,61% saham. Tapi kepemilikan itu tak hanya soal angka—ada kekuatan besar yang menopang di baliknya. Inilah pembahasannya.
Dari Bank Jasa Jakarta ke Bank Saqu
Sebelum berubah nama menjadi Bank Saqu, lembaga ini dikenal sebagai PT Bank Jasa Jakarta (BJJ), berdiri sejak 1971 dan lama fokus di sektor ritel dan UMKM. Transformasi besar terjadi pada 2022 saat Astra Financial dan WeLab Sky Ltd resmi masuk sebagai investor strategis, mengakuisisi BJJ lewat transaksi senilai sekitar Rp 3,87 triliun.
Langkah ini jadi titik awal rebranding besar-besaran. Bank Saqu resmi diluncurkan pada November 2023, dan pada Mei 2025, nama hukum resminya berubah menjadi PT Bank Saqu Indonesia, menandai peralihan total menjadi bank digital berbasis teknologi.
Siapa Saja Pemilik Bank Saqu?
Struktur kepemilikan Bank Saqu per Juli 2025 terbagi sebagai berikut:
| Pemegang Saham | Persentase Saham |
|---|---|
| PT Sedaya Multi Investama (Astra Group) | 49,61% |
| WeLab Sky Ltd (Hong Kong) | 49,61% |
| PT Widya Rahardja Dharma | 0,78% |
Astra Financial, melalui anak usahanya PT Sedaya Multi Investama (SMI), membawa kekuatan dari ekosistem Astra Group, sementara WeLab, lewat WeLab Sky Ltd, menyumbangkan kepiawaiannya di bidang teknologi finansial.
Menariknya, struktur saham ini tetap seimbang bahkan setelah Astra dan WeLab masing-masing menyuntik modal tambahan sebesar Rp 444,81 miliar di tahun 2024. Artinya, dua pemilik utama ini punya posisi yang setara dalam pengambilan keputusan strategis.
Astra Financial: Kekuatan Ekosistem Lokal
Sebagai bagian dari Astra International, Astra Financial membawa pengaruh besar dalam aspek distribusi, pasar ritel, dan kredibilitas di sektor keuangan Indonesia. Astra tak hanya kuat di otomotif, tapi juga memiliki jaringan luas di sektor pembiayaan, asuransi, hingga layanan digital keuangan. Keberadaan Astra memastikan Bank Saqu punya akses ke jaringan pengguna yang sudah mapan dan familiar dengan brand-nya.
Tak hanya itu, ekosistem Astra membuka peluang integrasi layanan—misalnya integrasi antara layanan pembiayaan kendaraan Astra dan fitur pengelolaan keuangan Bank Saqu.
WeLab: Teknologi dan Inovasi dari Asia
WeLab adalah pemain besar fintech Asia berbasis di Hong Kong yang telah sukses meluncurkan bank digital di pasar negara maju. Mereka dikenal dengan kekuatan di bidang artificial intelligence, analitik big data, dan user experience berbasis digital. Masuknya WeLab memberi Bank Saqu pondasi teknologi yang tidak hanya modern, tapi juga scalable dan siap untuk pertumbuhan cepat.
Di Indonesia, WeLab tak hanya membawa modal, tapi juga framework operasional dan pendekatan berbasis teknologi yang telah terbukti sukses di luar negeri.
Kombinasi Kekuatan: Sinergi yang Jelas Terasa
Model joint venture Bank Saqu memungkinkan sinergi dua dunia: kekuatan lokal Astra dan kecanggihan digital WeLab. Ini tercermin langsung dalam:
-
Layanan yang familiar tapi modern: Seperti fitur Saku (multi-wallet), Tabungmatic, Busposito, dan Misi Penuh Hadiah.
-
Target pasar yang tepat sasaran: Fokus pada individu yang menjalankan usaha kecil, pekerja lepas, hingga karyawan dengan bisnis sampingan.
-
Efisiensi layanan: Proses pembukaan rekening, tabungan, hingga deposito dapat dilakukan dalam hitungan menit.
Hasilnya, sejak peluncuran, Bank Saqu berhasil menjaring lebih dari 2,5 juta nasabah hanya dalam 1,5 tahun, dengan 40% di antaranya berasal dari kalangan solopreneur.
Struktur Manajemen & Arah Strategis
Bank Saqu dipimpin oleh Leo Koesmanto sebagai Presiden Direktur—figur yang sudah berpengalaman di industri perbankan digital. Di tingkat komisaris, ada Suparno Djasmin dari Astra dan Ernest Leung dari WeLab.
Struktur manajemen ini menggambarkan pembagian peran yang seimbang: Astra menjaga pendekatan bisnis dan akuntabilitas lokal, sedangkan WeLab fokus di sisi teknologi dan inovasi layanan.
Pengaruh Kepemilikan Terhadap Layanan dan Nasabah
Kepemilikan patungan ini punya pengaruh langsung terhadap arah pengembangan Bank Saqu, seperti:
-
Produk yang inklusif dan relevan untuk segmen underserved, seperti pelaku usaha kecil dan pemilik pekerjaan sampingan.
-
Fokus pada pengalaman pengguna, yang terlihat dari desain aplikasi yang intuitif dan fitur keuangan yang fleksibel.
-
Stabilitas modal dan operasional, karena didukung perusahaan dengan kekuatan finansial tinggi dan rekam jejak solid.
Masa Depan Bank Saqu
Di tengah persaingan ketat bank digital Indonesia, Bank Saqu masih dalam tahap ekspansi agresif. Dukungan Astra dan WeLab diprediksi akan memperkuat posisi Bank Saqu sebagai bank digital pilihan utama bagi generasi produktif dan pelaku usaha mikro.
Rencana pengembangan ke depan termasuk integrasi lebih dalam dengan layanan ekosistem Astra dan peluncuran produk berbasis data untuk segmentasi nasabah yang lebih presisi.
Informasi ini diperoleh dari berbagai sumber tepercaya termasuk OJK, media nasional, dan pernyataan resmi korporasi hingga Juli 2025.
Jika kamu ingin memahami arah masa depan Bank Saqu atau sedang mempertimbangkan untuk jadi nasabah, mengetahui siapa pemiliknya adalah langkah awal yang penting—dan kini kamu sudah punya jawabannya.


Posting Komentar