Bahaya Over‑Saver: Saat Kebiasaan Menabung Jadi Racun untuk Diri

Daftar Isi

Apa itu Over‑Saver?

“Over-saver” adalah orang yang menabung sampai level ekstrem—bahkan sampai mengorbankan kebutuhan dasar, kualitas hidup, dan masa depan. Ciri-cirinya:

  • Takut boros, bahkan saat kebutuhan penting muncul

  • Menabung jadi prioritas utama, mengorbankan kesenangan, pengalaman, atau investasi

  • Sifat irit ekstrem: selalu cari opsi paling murah, meski merugikan

  • Kecemasan keuangan kronis, sering cek saldo atau stres mikirin uang

Mengapa Ini Bahaya? Alasan & Pemicu

  1. Trauma keuangan atau pemikiran konservatif: pernah mengalami krisis (pengangguran, inflasi), jadi over‑cautious

  2. Budaya atau pengajaran: di keluarga atau lingkungan, menabung selalu dipuji dan pengeluaran untuk “enak‑enak” malah disalahkan

  3. Ketidakpastian ekonomi global: tren inflasi atau resesi bikin sebagian orang jadi terlalu waspada

  4. Kepribadian analitis/perfectionist: cenderung overthinking dan ingin kontrol total

Dampak Negatif Over‑Saver (Versi 2025)

AspekDampak
PsikologisStres, kecemasan setiap kali mau keluarin uang; insomnia karena mikirin tabungan
SosialMenolak hangout karena takut habis; pasangan/family kecewa karena merasa “pelit”
FinansialMiss peluang investasi (saham, reksadana, properti); duit ngendon di tabungan bunga rendah
KesehatanMenunda check-up; konsumsi makanan murah, kurang gizi, bisa timbul penyakit—penelitian 2024: pola diet irit tingkatkan risiko defisiensi vitamin D & B12¹
Kualitas hidupKehilangan momen penting: traveling, fotografi, konser; hidup monoton dan membosankan
Utang daruratMalah pinjam saat need mendesak karena terlalu hemat, akhirnya bunganya tinggi
Masa tuaMenabung banyak tapi nggak investasi, hasilnya masih kurang untuk pensiun yang layak

¹Menurut data Jakarta Health Report 2024, gaya hidup hemat ekstrem berisiko nutrisi defisit.

Contoh Nyata (2025 Update)

  • Dewi (28): Punya tabungan Rp 200 juta, tapi tiap bulan stres karena “apa-apa harus disisihkan”. Jadi susah jalan sama teman, insomnia, dan sekarang ketergantungan kopi sachet murah yang bikin maag kambuh.

  • Bapak Udin (55): Pensiun dini, punya cukup, tapi nggak investasi. Sekarang uang memang ada, tapi belum cukup untuk biaya kesehatan—yang akhirnya bikin beliau harus ambil utang.

Solusi: Menabung yang Sehat & Bahagia

  1. Gunakan aturan 50/30/20:

    • 50% kebutuhan dasar

    • 30% keinginan (rekreasi, hiburan)

    • 20% tabungan + investasi

  2. Pelajari instrumen investasi:

    • Reksa dana & saham (risiko rendah‑menengah), properti kecil, deposito berjangka.

  3. Budget kesenangan:

    • Alokasikan dana khusus bulanan untuk treat-yourself (kopi, makan di luar, jalan-jalan).

  4. Atasi cemas dengan dukungan psikologis:

    • Konseling/CBT efektif mengurangi kecemasan berlebihan soal uang.

  5. Tetapkan tujuan hidup nyata:

    • Misalnya: bayar kursus profesional, quality time keluarga, atau liburan tahunan.

  6. Lakukan “uji coba pengeluaran”:

    • Keluarkan Rp 50–100 ribu di hal yang dianggap “boros” dan amati perasaan: stres? senang? Hemat?…

Kesimpulan

Menabung itu baik—tapi over‑saving bisa jadi jebakan: stres, hubungan retak, kesehatan terganggu, bahkan utang malah datang. Di 2025, dengan beragam pilihan investasi dan biaya hidup dinamis, kita perlu lebih pintar—seimbangkan tabungan, investasi, dan kualitas hidup.

Media Perbankan
Media Perbankan Media perbankan terdepan dan terpercaya di Indonesia.

Posting Komentar